Penurunan Harga BBM Non Subsidi SPBU Nasional Mulai Berlaku 1 Februari 2026

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:33:57 WIB
Penurunan Harga BBM Non Subsidi SPBU Nasional Mulai Berlaku 1 Februari 2026

JAKARTA - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM mulai 1 Februari 2026. Harga Pertamax turun menjadi Rp12.350 per liter dari sebelumnya Rp12.750 per liter pada Desember 2025.

Pertamax Turbo juga mengalami penurunan menjadi Rp13.400 per liter, sementara Pertamax Green turun menjadi Rp13.150 per liter. Untuk solar non subsidi, Dexlite kini dijual Rp13.500 per liter, turun signifikan dari harga sebelumnya Rp14.700 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex disesuaikan dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter. Penurunan harga ini hanya berlaku untuk BBM non subsidi, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan solar subsidi atau Biosolar (Diesel CN48) masih Rp6.800 per liter.

Shell Ikuti Penyesuaian Harga BBM

Selain Pertamina, Shell juga menurunkan harga seluruh produk BBM mereka per 1 Februari 2026. Shell Super kini dijual Rp12.700 per liter, turun dari Rp13.000 per liter pada bulan sebelumnya.

Shell V-Power ditawarkan Rp13.190 per liter, lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp13.630 per liter. Shell V-Power Diesel turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter, sementara Shell V-Power Nitro+ kini Rp13.480 per liter dari sebelumnya Rp13.890 per liter.

Penyesuaian harga ini menunjukkan tren penurunan harga BBM non subsidi secara nasional. Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi bahan bakar dengan biaya lebih rendah.

BP-AKR dan Vivo Lakukan Penyesuaian Serentak

BP-AKR juga menyesuaikan harga BBM mereka. BP Ultimate turun dari Rp13.630 menjadi Rp13.190 per liter, BP 92 dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter.

Vivo mengikuti langkah serupa, dengan Revvo 92 turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter. Diesel Primus Plus juga turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.610 per liter, sedangkan harga Revvo 90 dan Revvo 95 belum tersedia karena pasokan masih terbatas.

Penurunan harga BBM non subsidi dari Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo menunjukkan persaingan yang semakin ketat antar SPBU. Masyarakat memiliki opsi untuk memilih bahan bakar sesuai harga dan kebutuhan kendaraan masing-masing.

Daftar Harga BBM Terbaru Per 1 Februari 2026

Berikut rincian harga BBM non subsidi di SPBU Pertamina: Pertalite Rp10.000 per liter, Solar Subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.350 per liter, Pertamax Green Rp13.150 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400 per liter, Dexlite Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.600 per liter.

Harga BBM Shell: Shell Super Rp12.700 per liter, Shell V-Power Rp13.190 per liter, Shell V-Power Diesel Rp13.860 per liter, dan Shell V-Power Nitro+ Rp13.480 per liter. Harga BP-AKR: BP Ultimate Rp13.190 per liter, BP 92 Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp13.860 per liter.

Harga BBM Vivo: Revvo 92 Rp12.700 per liter dan Diesel Primus Plus Rp13.610 per liter, sedangkan Revvo 90 dan Revvo 95 belum tersedia. Penyesuaian ini berlaku serentak di seluruh SPBU nasional mulai 1 Februari 2026.

Dampak Penurunan Harga BBM bagi Konsumen dan Transportasi

Penurunan harga BBM non subsidi akan meringankan biaya transportasi masyarakat. Selain itu, pelaku usaha yang bergantung pada BBM non subsidi juga akan mendapatkan keuntungan dari biaya operasional yang lebih rendah.

Meski harga subsidi tetap, perubahan harga non subsidi ini memberi pilihan lebih fleksibel bagi konsumen. Tren ini dapat mendorong penggunaan BBM non subsidi secara lebih efisien dan hemat biaya.

Secara keseluruhan, langkah serentak penurunan harga BBM menunjukkan respons SPBU terhadap kondisi pasar awal tahun 2026. Konsumen dan pengusaha transportasi bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengatur pengeluaran BBM secara lebih efektif.

Dengan harga baru, masyarakat dapat merencanakan pengisian BBM tanpa terbebani harga tinggi seperti bulan sebelumnya. Penyesuaian ini juga diharapkan mendorong persaingan seat antar SPBU sehingga konsumen mendapat manfaat maksimal.

Harga BBM yang lebih rendah di awal tahun ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan industri transportasi. Penurunan berlaku mulai 1 Februari 2026 untuk semua SPBU besar seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo.

Masyarakat diimbau memantau ketersediaan produk tertentu, khususnya BBM dengan RON lebih tinggi yang pasokannya terbatas. Dengan informasi harga terbaru, konsumen dapat menentukan pilihan bahan bakar sesuai kebutuhan dan efisiensi.

Tren penurunan harga BBM non subsidi ini diharapkan dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan biaya transportasi di awal tahun. Persaingan antar SPBU juga memungkinkan masyarakat mendapatkan BBM berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Kesimpulannya, penyesuaian harga BBM serentak di SPBU nasional menjadi momentum positif bagi masyarakat. Pilihan harga yang lebih rendah membantu mengelola pengeluaran transportasi dan mendorong penggunaan BBM non subsidi secara bijak.

Terkini